Penerapan Asas Ultra Petitum Partium Dalam Perkara Cerai Talak Peradilan Agama di Kabupaten Sleman

Studi Kasus Putusan Perkara Nomor 1086/PDT.G/2024/PA.SMN

Authors

  • Dharmasanti Rawidya Putri Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
  • Sigit Wibowo Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/prosemnashuk.v2i2.61

Keywords:

Ex officio, Religious courts, Rights of wives, Substantive justice, Ultra petitum partium principle

Abstract

This study has two main objectives: first, to analyze the application of the principle of ultra petitum partium in talaq divorce cases based on the Decision of the Sleman Religious Court Number 1086/Pdt.G/2024/PA. Smn; Second, to examine the basis of judges' legal considerations in determining matters that are not explicitly requested, especially from the perspective of the protection of the rights of the wife. This study uses a normative juridical method with a case approach and a statute approach. The results of the study show that the provision of iddah maintenance by the judge based on the mediation agreement of the parties does not violate the principle of ultra petitum partium. However, the determination of mut'ah in the absence of an explicit request in the petitum has the potential to be contrary to this principle. However, the judge's actions can be justified through ex officio authority in order to protect the rights of the wife, in accordance with Article 158 of the Compilation of Islamic Law. These findings highlight the tension between procedural legal certainty and substantive justice in the religious justice system. This study recommends that judges explicitly state legal grounds when exercising ex officio authority, to ensure transparency and accountability in decisions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Artikel Jurnal

Utama, I. M. A., & Sudantra, I. K. (2023). Pluralisme hukum dan kontekstualisasi putusan hakim dalam sistem peradilan di Indonesia. Jurnal Magister Hukum Udayana, 12(1), 15–37.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2023). Yurisprudensi Mahkamah Agung tentang asas ultra petitum partium. Varia Peradilan, 38(466), 112–126.

Buku Teks

Manan, A. (2022). Etika hakim dalam penyelenggaraan peradilan: Suatu kajian dalam sistem peradilan Islam. Jakarta: Kencana.

Ali, A. (2022). Menguak tabir hukum: Suatu kajian filosofis dan sosiologis. Jakarta: Kencana.

Rifai, A. (2014). Penemuan hukum oleh hakim dalam perspektif hukum progresif. Jakarta: Sinar Grafika.

Al-Qur’an. (n.d.). Surat Al-Baqarah ayat 227, 241.

Suadi, A. (2022). Pembaruan hukum acara perdata di Indonesia: Menakar beracara di pengadilan secara elektronik. Jakarta: Kencana.

Alkostar, A. (2022). Filsafat hukum progresif dan perlindungan hak asasi manusia. Yogyakarta: Pustaka Yustisia.

Alkostar, A. (2022). Independensi dan akuntabilitas kekuasaan kehakiman. Yogyakarta: Genta Publishing.

Sugeng, B., & Sujayadi. (2023). Pengantar hukum acara perdata dan contoh dokumen litigasi. Jakarta: Kencana.

Sutiyoso, B. (2014). Implementasi gugatan legal standing dan class action dalam praktik peradilan di Indonesia. Yogyakarta: Citra Aditya Bakti.

Tanya, B. L. (2010). Teori hukum: Strategi tertib manusia lintas ruang dan generasi. Yogyakarta: Genta Publishing.

Witanto, D. Y., & Kutawaringin, A. P. N. (2023). Diskresi hakim: Sebuah instrumen menegakkan keadilan substantif dalam perkara-perkara pidana. Bandung: Alfabeta.

Winarta, F. H. (2022). Hukum penyelesaian sengketa: Arbitrase nasional Indonesia dan internasional. Jakarta: Sinar Grafika.

Black, H. C. (2023). Black’s law dictionary (11th ed.). St. Paul: West Publishing Co.

Marzuki, P. M. (2013). Penelitian hukum (Edisi Revisi). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Rahardjo, S. (2013). Hukum progresif: Sebuah sintesa hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.

Rahardjo, S. (2022). Penegakan hukum progresif. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Shidarta. (2023). Refleksi tentang struktur ilmu hukum: Sebuah penelitian tentang fundasi kefilsafatan dan sifat keilmuan ilmu hukum sebagai landasan pengembangan ilmu hukum nasional Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2006). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Mertokusumo, S. (2023). Penemuan hukum: Sebuah pengantar. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

Mappiasse, S. (2023). Logika hukum pertimbangan putusan hakim. Jakarta: Kencana.

Peraturan Perundang-Undangan & Putusan Pengadilan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 24 ayat (1), Pasal 28D ayat (1), & Pasal 28I ayat (2).

Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Pasal 5 ayat (1), & Pasal 13.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pasal 1338.

Putusan Mahkamah Agung Nomor 38 K/AG/1990.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 1 & Pasal 39.

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, Pasal 2 ayat (2) & (4).

Putusan Mahkamah Agung Nomor 556 K/Sip/1971.

Herzien Inlandsch Reglement (HIR), Pasal 178 ayat (3).

Putusan Pengadilan Agama Sleman Nomor 1086/Pdt.G/2024/PA.Smn.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, Pasal 4, Pasal 66, & Pasal 89.

Downloads

Published

2025-09-30